Why Iwan Gunawan Needs Help
(For Bahasa Indonesia see below)
Last December, Iwan Gunawan came to the Netherlands for a tour with the dance company LeineRoebana and music ensemble Black Pencil. He was optimistic and believed the health problems he had been experiencing were only temporary. Soon, it became clear that his condition was far more serious than anyone had realized — including Iwan himself. Working and concentrating became difficult. At times, even moving and breathing were nearly impossible. His heart is in very poor condition, much worse than he had hoped to admit.
On January 18, Iwan was admitted to the OLVG hospital in Amsterdam. Despite the expertise and dedication of the medical team, Iwan’s condition cannot be cured. He has been diagnosed with end-stage heart failure. His heart can no longer function on its own. It is only able to pump with the help of the strongest heart medications — medications that carry increasing risks and can only be administered in the hospital for a limited time.
With great pain — but sometimes still with his characteristic humor — Iwan has accepted his fate. He is now preparing to say goodbye to life, to his loved ones, and to everything he holds dear. His greatest wish is to say goodbye peacefully, with his wife Chie and his eldest son Lendra by his side. Chie has already arrived in the Netherlands. Lendra will arrive on Tuesday.
Together with colleagues and friends, we are arranging Iwan’s farewell, supporting his family during this difficult time, and organizing the repatriation of his body to Indonesia.
Financial Impact
We are seeking to raise €15.000 to cover the necessary costs, including:
• Repatriation of Iwan’s remains to Java;
• Two return tickets to Jakarta for his wife and son;
• Accommodation expenses for his family in the Netherlands.
Why We Are Raising Funds
Unfortunately, these costs are not fully covered by insurance or the government. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), where Iwan works as a teacher, is contributing part of the expenses. However, significant costs remain uncovered.
We therefore kindly ask Iwan’s friends, colleagues, and community to help share this financial burden. Any contribution would be a meaningful final tribute to an exceptional composer who is leaving us far too soon.
With Gratitude
Thank you for every donation, every prayer, every message, and every share. Your support truly makes a difference for Iwan and his family during this difficult time.
May his artistic legacy live on forever.
Photo credit: Deen van Meer
------------------------------------------------------------------
Mengapa Iwan Gunawan Membutuhkan Bantuan
Pada bulan Desember lalu, Iwan Gunawan datang ke Belanda untuk tur bersama kelompok tari LeineRoebana dan ensemble Black Pencil. Ia datang dengan penuh harapan dan meyakini bahwa gangguan kesehatan yang dialaminya hanya bersifat sementara.
Namun, segera menjadi jelas bahwa kondisinya jauh lebih serius daripada yang disadari siapa pun — termasuk Iwan sendiri. Bekerja dan berkonsentrasi menjadi sulit. Pada beberapa saat, bahkan bergerak dan bernapas pun hampir tidak mungkin. Kondisi jantungnya sangat lemah, jauh lebih parah daripada yang ingin ia akui.
Pada tanggal 18 Januari, Iwan dirawat di Rumah Sakit OLVG di Amsterdam. Meskipun tim medis telah memberikan penanganan dengan penuh keahlian dan dedikasi, kondisi Iwan tidak dapat disembuhkan. Ia didiagnosis mengalami gagal jantung tahap akhir.
Jantungnya tidak lagi mampu berfungsi secara mandiri. Jantungnya hanya dapat terus memompa dengan bantuan obat-obatan jantung paling kuat — obat-obatan yang memiliki risiko yang semakin tinggi dan hanya dapat diberikan di rumah sakit dalam waktu yang terbatas.
Dengan rasa sakit yang mendalam — namun terkadang masih disertai humor khasnya — Iwan menerima takdirnya. Kini ia sedang mempersiapkan diri untuk berpamitan dengan kehidupan, dengan orang-orang yang ia cintai, dan dengan segala hal yang begitu berarti baginya.
Keinginan terbesarnya adalah untuk dapat berpulang dengan tenang, didampingi oleh istrinya Chie dan putra sulungnya Lendra di sisinya. Chie telah tiba di Belanda. Lendra akan menyusul pada hari Selasa. Bersama rekan-rekan dan sahabat, kami sedang mengatur perpisahan bagi Iwan, mendampingi keluarganya di masa yang sangat sulit ini, serta mengurus pemulangan jenazahnya ke Indonesia.
Dampak Finansial
Kami menargetkan penggalangan dana sebesar €15.000 untuk menutupi biaya-biaya yang diperlukan, antara lain:
• Pemulangan jenazah Iwan ke Jawa;
• Dua tiket pulang ke Jakarta untuk istri dan putranya;
• Biaya akomodasi keluarga selama berada di Belanda.
Mengapa Kami Memohon Dukungan
Proses ini sangat berat secara emosional dan membutuhkan banyak waktu serta tenaga. Sayangnya, biaya-biaya tersebut tidak sepenuhnya ditanggung oleh asuransi maupun pemerintah.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), tempat Iwan mengabdi sebagai dosen, telah membantu menanggung sebagian biaya. Namun, masih terdapat kekurangan dana yang cukup besar.
Karena itu, kami dengan rendah hati memohon dukungan dari para sahabat, rekan kerja, dan seluruh komunitas yang mengenal serta menghargai Iwan, untuk bersama-sama meringankan beban ini. Setiap kontribusi akan menjadi penghormatan terakhir yang penuh makna bagi seorang komponis luar biasa yang harus berpulang terlalu cepat.
Dengan Penuh Terima Kasih
Terima kasih atas setiap donasi, doa, pesan, dan dukungan yang Anda berikan. Bantuan Anda sungguh berarti bagi Iwan dan keluarganya di masa yang penuh duka ini.
Semoga warisan karya dan semangat seninya akan terus hidup selamanya.
Organizer
Henrice Vonck
Organizer

